Entri Populer

Rabu, 20 April 2011

belajar micro controller

    Cara mudah belajar microcontroller

Banyak orang ingin belajar microcontroller, namun setelah tahu bahasa pemogramannya berupa bahasa assembly yang nampak jelimet dan ruwet terpaksa mengurungkan niatnya untuk belajar. hal ini suatu keputusan yang salah, karena selain bahasa assembly ternyata microcontroller bisa di program menggunakan bahasa yang lain. Salah satunya adalah bahasa C.

Mengapa menggunakan bahasa C?

  1. Populer dan mudah di mengerti
  2. Sangat efficient
  3. Bagus dalam mengakses hardware menggunakan pointer
  4. Program bisa di buat terstruktur menggunakan fungsi dan modul
  5. Untuk pemograman logika dan aritmatika lebih simple
  6. dll.
Ingat ! Bahasa C bukan bahasa yang perfect untuk pemograman microcontroller, tetapi pilihan yang tepat untuk belajar microcontroller.

Tipe Variable

Variabel dalam microcontroller di representasikan dalam bentuk bit, byte, word dan lain sebagainnya. Contohnya adalah seperti berikut.
Variable bit Nilai
bit 1 bit 0 / 1
char 8 bit 0 s/d +127 atau 0 s/d -127
unsigned char 8 bit 0 s/d +255
int 16 bit 0 s/d +32768 atau 0 s/d -32768
unsigned int 16 bit 0 s/d +32768
long 32 bit 0 s/d +2.147483648x109 atau 0 s/d -2.147483648x109
unsigned long 32 bit 0 s/d +4.29496795x109
float 32 bit +/- 1.176E-38 s/d +/-3.4E+38
pointer 24/16/8 bit alamat variable

Struktur program bahasa C

struktur program bahasa C ada 3 point penting, yaitu :
1. Pre-Processor
2. Main Function
3. Function

Pre-Processor

Pada pemograman bahasa C setidaknya ada 2 syntax yang sering kita temukan pada header program, seperti :
1. #include
2. #define
#include berfungsi untuk memanggil library / prototype fungsi yang ada pada header file. Header file adalah file yang berisi prototype fungsi yang dipanggil oleh pre-processor pada waktu pertama kali program dijalankan. Header file bisa di kenali dengan cara melihat extention dari file tersebut, yaitu berupa *.h.  * adalah nama file, sedangkan h adalah header. untuk extention h bisa huruf kecil, juga bisa huruf besar.
Contoh.
#include<stdio.h> ----> Menyatakan pada compiler agar membaca file bernama stdio.h
#include<panas_dingin.h> ----> Menyatakan pada compiler agar membaca file bernama panas_dingin.h
#define berfungsi untuk mendefinikan konstanta-konstanta yang di gunakan dalam program. Dengan menggunakan syntax ini pemograman bisa di lakukan lebih mudah.
Misalnya :
#define LED P1_0   ---->LED = P1_0
maksud dari pendifinisan di atas adalah konstanta LED itu sama dengan P1.0 artinya dalam program tidak perlu menulis P1_0 cukup tulis LED.

Main Function

Fungsi ini merupakan fungsi utama dalam program dan di panggil pertama kali saat program di jalankan. Dalam fungsi ini bisa terdapat konstanta dan fungsi-fungsi lain.
Conntoh.
main()
{
//tulis program di sini
}
fungsi main() merupakan fungsi utama program. Tanda kurung ( ) setelah kata main menyatakan tidak ada argumen yang di lewatkan pada fungsi main. Sedangkan untuk tanda "{" merupakann pernyataan awal program dan tanda "}" merupakan perntaan akhir program.

Fungsi

Fungsi ini boleh di katakan fungsi pelengkap. fungsi ini bisa berupa fungsi yang di buat oleh user program dan bisa juga fungsi yang sudah ada dalam bahasa C. Fungsi ini bisa di panggil oleh fungsi lain dan bisa memanggil fungsi lain. Perbedaan dengan fungsi utama, fungsi utama tidak bisa di panggil oleh fungsi lain, tetapi bisa memanggil fungsi lain.
Contoh program lengkap bahasa C untuk pemograman microcontroller AT89S51 menggunakan software keil uvision3.
#include<AT89X51.h>
#include<stdio.h>
#define LED P1_0
void test_led();
void test_led()
{
P1=0;
LED=1; // P1.0=1;
}
main()
{
test_led();
}
Penjelasan program.
#include<AT89X51.h>
Menyatakan pada compiler agar membaca file header untuk microcontroller AT89S51 dengan nama file AT89X51.h
#include<stdio.h>
File header stdio.h digunakan untuk penanganan input / output standar seperti penulisan ke layar atau ke file atau pembacaan data dari keyboard atau file.
#define LED P1_0
Pendefinisian konstanta LED yang di definisikan sebagai Port 1 bit 0. Jika di program di tulis LED berarti sama dengan P1_0
void test_led();
Pendeklarasian dari prototype fungsi  test_led();
Penjelasan dari fungsi test_led() adalah sebagai berikut :
void test_led()  ---->nama fungsi;
{  ---->merupakan pernyataan awal dari fungsi test_led();
P1=0; ----> set port 1 microcontroller ke kondisi low. artinya Port 1 bit 0 s/d bit 7 di set 0
LED=1; // P1.0=1; set port 1 bit 0 ke kondisi high (1);
}  ---->merupakan pernyataan akhir / penutup dari fungsi test_led();
Penjelasan dari fungsi main() adalah sebagai berikut :
main()  --->fungsi utama main();
{  ----->Pernyataan awal program
test_led(); ---->memanggil dan menjalankan fungsi test_led();
}
Penjelasan jalannya program
  1. Complier membaca file pengarah pre-processor yang terdiri dari file AT89X51.h dan stdio.h
  2. Compiler membaca konstanta pengarah preprocessor #define LED P1_0
  3. Compiler membaca prototy[e fungsi test_led();
  4. Compiler menjalankan fungsi utama main();
  5. Saat fungsi utama di jalankan, fungsi uatama main() memanggil / menjalankan fungsi test_led()
  6. finish.
Setelah program di compile, file hex hasil compile bisa anda burning ke microcontroller menggunakan ISP programmer AT89/90 Series. Anda jalankan, lalu lihat hasilnya. Jika anda males untuk melakukan itu, anda bisa lakukan simulasi menggunakan keil C51 uvision3. Baca artikel saya sebelumnya yang berjudul "Berkenalan dengan keil C51 uvision3"
Sementara cukup di sini dulu. Tunggu tayangan berikutnya tentang pemograman microcontroller menggunakan bahasa C.

Selasa, 19 April 2011

Menghemat BBM Dengan Menggunakan Internet


Harga BBM naik terus. Biaya hidup kita semakin berat karena meningkatnya biaya transportasi. Namun, ternyata ada cara untuk menyiasati hal ini. Berdasarkan berita yang ditulis di Detik.Com, “Dengan Internet, Hemat BBM Rp. 6,6 Juta Per Tahun”, ternyata warga Selandia Baru dapat mengakali peningkatan biaya transportasi ini dengan cara penggunaan Internet.
Bagaimana prakteknya? Praktek nyatanya adalah dengan cara mengganti kegiatan Anda yang biasanya mengharuskan Anda untuk berpergian secara fisik, menjadi kegiatan online dengan menggunakan internet.

Contoh nyatanya adalah mengganti kegiatan rutin kita ke Bank dengan Internet Banking. Kalau biasanya kita harus naik kendaraan ke kantor cabang Bank untuk melakukan transaksi perbankan, sekarang sudah tidak perlu transportasi lagi. Anda cukup mengklik situs Bank, dan melakukan transaksi perbankan dari rumah. Tidak perlu membayar BBM. Saat ini transaksi perbankan yang dapat dilakukan secara online adalah Pembayaran Tagihan, Transfer Dana, Pembelian Pulsa Telepon, Cek Mutasi Bank, dan mungkin masih ada beberapa feature lain yang tidak disebutkan disini.
Nyatanya, saat ini internet sudah menyediakan banyak sekali fasilitas untuk Anda. Misalnya untuk ngobrol dengan teman, Anda dapat menggunakan Yahoo Messager/MSN/Google Talk. Untuk membeli barang Anda dapat mengunjungi situs-situs Online Shopping. Anda dapat menuliskan segala isi pikiran Anda pada Blogger.Com dan mencari teman-teman yang memiliki hobi yang sama dengan Anda. Dan masih banyak lagi fasilitas yang dapat Anda temukan di Internet.
Dengan memanfaatkan Internet untuk mengganti aktifitas harian, warga Selandia Baru dapat menghemat biaya transportasi hingga Rp. 6.600.000,- per tahun. Cara ini akan sangat bermanfaaat bagi Anda yang tinggal di kota-kota besar, dimana untuk berpergian Anda perlu menghabisan banyak biaya transportasi karena jauh dan macet.
Dan satu hal lagi yang menarik. Karena naiknya harga BBM ini, semua harga barang turut naik. Eh, ternyata tidak semua loh. Ada barang yang harganya justru turun. Apakah itu? Akses Internet! Biaya Anda untuk mengakses Internet justru mengalami penurunan karena semakin murahnya biaya penyewaan jaringan.
Berdasarkan berita yang dilangsir oleh LigaGame.Com, pada Bulan Juni ini, tarif Internet turun 40%. Harga ini mengalami penurunan karena semakin murahnya biaya penyewaan jaringan milik PT. Telkom Tbk selaku penyelenggara jaringan Internet terbesar di Indonesia.
Sayangnya penurunan harga ini berlaku bagi Penyelenggara Jasa Internet (PJI) atau ISP Anda. Bukan harga langsung untuk end-user seperti Anda. Namun, karena harga modal ISP untuk menyediakan jasa Internet mengalami penurunan, maka ISP sendiri akan menurunkan harga ke pelangannya sekitar 20-40%. Jadi nantinya Anda dapat berseluncur di Internet dengan harga yang lebih murah.

Rabu, 16 Maret 2011

simuLATOR DSCH@

Simulator Logika DSCH2

Etienne SICARDDSCH2 merupakan perangkat lunak aplikasi yang menyediakan fasilitas editor logika dan simulator logika. Dengan program ini Anda dapat menyusun rangkaian logika melalui editor logika dan sekaligus  mengujinya melalui simulator logika. Perancang perangkat lunak ini adalah Prof. Etienne SICARD dari Jurusan Teknik Elektro dan Komputer  pada The National Institute of Applied Sciences, Toulouse, Perancis.
Pengoperasian DSCH2 tidak memerlukan prosedur yang rumit. Program ini dapat berjalan pada komputer dengan sistem operasi Windows 95, 98, NT, maupun XP,dan memori minimum 16 Mbyte.  Silahkan download di sini untuk memperoleh DSCH2. Lakukan extract all terhadap semua file yang telah anda download. Untuk menjalankan program ini, Anda cukup menyalin folder DSCH2 beserta seluruh isinya ke harddisk komputer Anda. Setelah Anda menyalin folder tersebut, jalankan Windows Explorer untuk mencari file aplikasi DSCH2. Untuk menjalankannya, klik doublepada icon, sehingga diperoleh tampilan sebagai berikut:

Sebagai editor rangkaian logika, penempatan gerbang dan piranti input/output cukup dilakukan dengan operasi drag and drop dari windows Symbol Library ke window editor. Coba susun rangkaian Y=AB+not C seperti berikut ini:
DSCH2-example
Lakukan simulasi dengan memberikan input 000, 001, 010, 011, 100, 101, 110, dan 111. Amati ouput rangkaian setiap pemberian input. Jika anda melakukan percobaan itu dengan baik maka akan menghasilkan output unutk input-input tersebut berturut-turut 1, 0, 1, 0, 1, 0, 1, 1.
Penjelasan Menu DSCH2
Menu File:
Klik pada File > New merupakan perintah untuk memulai DSCH2 dengan layar bersih. Rangkaian digital yang sedang dirancang harus disimpan terlebih dahulu sebelum memberikan perintah ini karena semua informasi tentang gambar yang sedang dirancang akan dihapus dari memori. Tidak ada fasilitas Undo atau pembatalan untuk perintah New.
Klik pada File > Open atau pada ikon merupakan perintah untuk membuka file. Nilai defaultdari ekstensi file yang akan dibuka adalah .SCH yang  merupakan file skema rangkaian (schema). Selain ekstensi .SCH dapat pula dipilih ekstensi  lain seperti .SYM untuk file simbol.
Save/Save as
  • Klik pada File > Save atau pada ikon  adalah perintah untuk menyimpan gambar skema rangkaian  mengunakan nama yang sedang aktif. Nama default yang diberikan adalah “ EXAMPLE.SCH ”
  • Perintah dengan klik pada  File > Save as digunakan untuk menyimpan rancangan dengan nama baru. Akibat dari perintah ini akan memunculkan jendela baru untuk memasukkan nama rancangan. Nama rancangan ditulis dengan keyboard diikuti dengan klik pada  Save. Dengan perintah tersebut, rancangan Anda akan disimpan dengan ekstensi .SCH.
Select Foundry
Klik pada File > Select Foundry merupakan perintah untuk memilih teknologi komponen yang digunakan. Perintah tersebut akan memunculkan daftar teknologi komponen yang dapat dipilih dan secara otomatis akan menampilkan nama “default.tec”.
Make Verilog File
Merupakan perintah membuat deskripsi verilog yang berguna untuk menyusun gambar skema ke dalam layout menggunakan program Microwind. Deskripsi verilog adalah teks yang mengandung informasi modul (nama, input, output), hubungan internal, daftar komponen maupun parameter simulasi.
Schema to new Symbol
Klik pada File > Schema to New Symbol atau pada ikon  digunakan untuk menyusun simbol yang didefinisikan sendiri oleh user (pengguna) yang umumnya dirancang dengan menggunakan rancangan hierarkis.Sebagai contoh, rangkaian full adder yang disusun dengan menggunakan gerbang-gerbang logika dasar dapat diubah ke dalam bentuk simbol tunggal yang memiliki input dan output seperti pada gambar berikut ini.
Klik pada tombol I/Os merupakan perintah untuk menampilkan daftar pin atau terminal input dan output yang dapat berupa tombol, clock, LED, keypad, dan lainnya. Anda dapat mengubah letak pin input dan output dengan mengubah-ubah Position dan Side yang ada pada tabel. Notasi yang digunakan untuk kolom Side adalah L (left) menunjukkan sisi kiri, R (right) sisi kanan, U (up) sisi atas, dan D (down) sisi bawah.
Klik pada Verilog merupakan perintah untuk menghasilkan teks dalam format verilog yang menunjukkan deskripsi dari komponen-komponen penyusun simbol maupun deskripsi dari simbol itu sendiri.
Klik Refresh adalah perintah menampilkan perbaikan (update) dari tata letak simbol yang dirancang oleh user.
Anda dapat mengatur ukuran simbol dengan klik pada ikon  untuk memperbesar dan  untuk memperkecil simbol.
Nama simbol dapat Anda ubah dengan mengisi Title pada kotak Symbol Properties, dan nama file yang akan disimpan dapat Anda tuliskan pada baris Name.
Properties
Perintah File>Properties menyediakan beberapa informasi seperti persentase memori yang digunakan oleh gambar skema rangkaian mencakup jumlah simbol, node dan line.
Monochrome/Colors
Tombol ini digunakan untuk mengubah mode tampilan dari berwarna ke hitam-putih dan sebaliknya.
Print Schema
Klik pada  File > Print Schema digunakan untuk mencetak gambar skema rangkaian yang ada pada layar ke printer. Cara lain dapat dilakukan dengan menyalin tampilan pada layar ke clipboarddengan menekan tombol keyboard Alt+Print Screen. Buka editor teks atau editor grafik Anda, kemudian klik Edit > Paste.
Pada saat Print Schema dipilih, secara otomatis DSCH2 akan mengubah mode tampilan layar ke monokrom.
Leave Dsch2
Klik pada  File > Leave Dsch2 merupakan perintah untuk kembali ke Windows dengan menampilkan pesan konfirmasi penyimpanan data dari rangkaian yang sedang dirancang.
Menu Edit:
Cut
Untuk menghapus gambar rangkaian pada layar, klik pada Edit>Cut atau ikon  . atau tekan tombol keyboard CTRL+X. Gerakkan kursor dengan klik geser (menekan tombol klik tanpa dilepas sambil menggeser kursor) pada daerah yang akan dihapus, kemudian lepaskan tombol klik.  KlikUndo untuk membatalkan penghapusan.
  • Penghapusan terhadap satu simbol dapat dilakukan dengan klik ikon  Cut dan klik pada simbol yang akan dihapus.
  • Demikian pula penghapusan terhadap kawat (line) dapat dilakukan dengan klik pada kawat yang akan dihapus, setelah mengaktifkan terlebih dahulu tombol Cut.
Paste
Perintah ini digunakan untuk menempelkan bagian-bagian gambar rangkaian yang telah di copy, dan diberikan dengan menekan tombol keyboard Ctrl+V atau klik Edit>Paste. Semua elemen yang telah di copy sebelumnya dapat ditempelkan pada lokasi-lokasi yang dikehendaki.  Demikian pula elemen-elemen yang telah dihapus dapat ditampilkan kembali dengan perintah Paste.
Copy
Klik Edit > Copy atau pada ikon  digunakan untuk menyalin (copy) bagian gambar rangkaian pada layar.  Perintah ini juga dapat diberikan dengan menekan tombol keyboard Ctrl+C. Setelah klik pada ikon Copy, gerakkan kursor dengan klik geser pada area layar yang akan di copy, lepaskan klik dan tempatkan hasil copy pada area yang dikehendaki kemudian tekan tombol klik. Untuk membatalkan perintah copy klik tombol Undo
Move
Untuk memindah bagian gambar rangkaian ke lokasi lain klik pada Edit >Move atau pada ikon Gerakkan kursor dengan klik geser pada area yang akan dipindah, lepaskan tombol klik, gerakkan kursor pada lokasi baru dan diakhiri dengan menekan tombol klik. Untuk satu elemen atau kawat tunggal atau teks tunggal dapat dipindah dengan klik langsung pada elemen itu, geser kursor pada lokasi baru dan diakhiri dengan klik.
Undo
Perintah ini diberikan dengan klik pada Edit Undo dan berguna untuk membatalkan perintahediting seperti Cut, Paste, Copy, dan Move yang terakhir diberikan.
Rotate Left
Untuk memutar elemen ke kiri 90 derajat,  klik pada  Edit > Rotate Leftatau pada ikon , dan klik pada elemen yang akan diputar.
Rotate Right
Untuk memutar elemen ke kanan 90 derajat,  klik pada  Edit > Rotate Right atau pada ikon , dan klik pada elemen yang akan diputar.
Flip
Untuk melakukan  pencerminan terhadap sebagian rangkaian, klik pada Edit > Flip Horizontal (klik ikon ) untuk pencerminan horisontal atau Edit > Flip Vertical (klik ikon )untuk pencerminan vertikal. Kemudian klik geser pada area yang akan dicerminkan, dan diakhiri dengan melepaskan tombol klik.
Line
Untuk membuat interkoneksi antara dua titik pada gambar skema,  klik pada Edit > Line atau pada ikon . Arahkan kursor pada titik awal, lakukan klik geser sampai titik akhir dan lepaskan tombol klik.
Connect
Untuk membuat koneksi antara dua garis yang bersilangan, klik  padaEdit > Connect atau pada ikon Arahkan kursor pada titik persilangan dua garis yang akan dikoneksikan kemudian klik tombol  mouse.
Text
Pada gambar rangkaian dapat ditambahkan teks yang tidak berpengaruh terhadap simulasi karena sekedar sebagai tampilan  informasi. Untuk menambahkan teks pada gambar rangkaian, klikEdit > Text atau pada ikon . Klik pada area yang akan diberi teks, diteruskan dengan menuliskan teks dan klik pada OK.
Menu Insert:
User Symbol
Perintah Insert > User Symbol digunakan untuk menambahkan simbol dari file berekstensi .SYM ke gambar skema rangkaian yang ada.
Insert an other schema
Perintah File > Insert an other Schema digunakan untuk menambahkan file .SCH ke dalam gambar skema rangkain yang ada.
Menu View:
View All
Klik pada View >View All atau pada ikon  untuk menampilkan keseluruhan gambar rangkaian.
View Same
Jika ingin menggambar rangkaian kembali tanpa mengubah skala maka gunakan perintah View > View Same
Zoom In, Zoom Out
Kedua perintah tersebut digunakan untuk mengatur tampilan gambar rangkaian. Zoom In untuk memperbesar dan Zoom Out untuk memperkecil gambar rangkaian.
List of Symbols
Merupakan perintah yang digunakan untuk menampilkan daftar simbol yang digunakan. Dengan perintah ini strukstur internal dari simbol hierarkis juga ditampilkan.
Design Hierarchy
Perintah ini memberikan informasi tentang struktur hierarkis dari simbol-simbol yang digunakan. Selain dapat menampilkan daftar elemen yang digunakan, perintah ini juga menampilkan daftar input dan output dari rangkaian yang sedang dirancang.
Electrical Net
Perintah ini digunakan untuk melihat titik-titik koneksi pada rangkaian.Klik pada ikon  atau pada View > Electrical NetKemudian klik pada interkoneksi yang diinginkan atau pada pin dalam gambar skema. Setelah beberapa saat Anda akan melihat semua pin yang terkoneksi dalam satu titik sambungan akan diberi nomor yang sama. Tekan tombol keyboard Escape atau klik padaView > Unselect All untuk keluar dari perintah ini.
Timing Diagrams
Perintah klik pada View > Timing Diagrams atau pada ikon digunakan untuk menampilkan diagram waktu setelah suatu simulasi dijalankan.

Sabtu, 05 Maret 2011

hasil kemaren study kasus tentang listrik gitu,,

Solusi menghemat biaya pemakaian listrik

  • Apakah tagihan rekening listrik di perusahaan anda membengkak atau terkena denda oleh PLN?
  • Pernahkah terpikir oleh anda untuk menghemat tagihan rekening listrik tanpa harus mengurangi kinerja usaha, justeru sebaliknya menaikkan kinerja usaha?
  • Sudahkah perusahaan anda melakukan optimalisasi dan efisiensi pemakaian energi listrik?
  • Relakah uang anda dikeluarkan untuk membayar tagihan rekening listrik yang cukup besar setiap bulan padahal ada solusi yang dapat menghemat tagihan rekening listrik?
Pertanyaan diatas hanyalah contoh dari beberapa analisa yang mungkin ada di benak anda dan tentunya hanya anda sendiri yang dapat memutuskan pilihan yang terbaik, namun tidak ada salahnya apabila anda kami ajak untuk mengenal sedikit banyak tentang listrik dan solusi aplikasinya.

Energi Reaktif
Sumber listrik arus bolak balik (Alternating Current) baik yang berasal dari generator maupun dari transformer mengeluarkan energi listrik dalam bentuk:
  1. Energi Efektif (kW)
    Yaitu energi yang kita gunakan yang dikonversi menjadi energi mekanik, panas, cahaya dan sebagainya.
     
  2. Energi Reaktif (kVAr)
    Yaitu energi yang diperlukan oleh peralatan listrik yang bekerja dengan sistem elektromagnet, untuk pembentukan medan magnet.
Faktor Daya (Cos phi)
Hubungan antara kVA, kW dan kVAr adalah sebagai berikut:


Dari gambar diatas dapat diketahui bahwa tidak semua daya yang didapat dari PLN atau Generator dapat digunakan seluruhnya akan tetapi diantara kVA dan kW terdapat suatu faktor yang disebut sebagai Faktor Daya / Power Factor (Cos phi).

Biaya kVArh oleh PLN
PLN membebankan biaya kelebihan pemakaian kVArh kepada pelanggan pada golongan tarif tertentu apabila:
  • Faktor Daya (Cos phi) pada instalasi pelanggan < 0.85
  • Pemakaian kVArh total > 0.62 x pemakaian kWh total (LWBP + WBP)

    KVArh  = kVArh terpakai - ( 0.62 x kWh total terpakai )
Dari uraian diatas maka solusi yang harus kita lakukan untuk dapat melakukan penghematan energi listrik adalah dengan memperbaiki/mengkoreksi Faktor Daya (Cos phi) agar dicapai nilai Cos phi > 0.85.

Beberapa contoh permasalahan
Kasus 1
Suatu pabrik mempunyai sumber daya berupa 3 buah generator masing-masing 150kVA yang diparalel sehingga total daya dari 3 buah generator adalah: 3x150kVA = 450kVA
Jumlah bebannya adalah 210 kW. Setelah dicek Cos phi nya = 0.6 Berarti untuk menjalankan seluruh beban (210kW) diperlukan daya sebesar:
210kW : 0.6 = 350kVA, berarti harus dijalankan dengan 3 generator.
Tetapi setelah Cos phi nya ditingkatkan menjadi 0.95 maka daya yang dibutuhkan untuk menjalankan seluruh beban menjadi hanya:
210kW : 0.95 = 221kVA, maka cukup dijalankan dengan 2 buah generator saja.

Keuntungan yang diperoleh adalah:
  • Dapat dihemat pemakaian bahan bakar untuk 1 generator.
  • Pemakaian 3 generator dapat secara bergantian sehingga memperpanjang umur genset.
  • 1 generator dapat dipakai sebagai cadangan sehingga tidak perlu ditambah dengan 1 generator lagi bila salah satu generator rusak sehingga proses produksi tidak akan terganggu.
Kasus 2
Suatu pabrik dengan sumber daya generator 500kVA, Jumlah beban 310kW, Cos phi = 0.65 maka daya yang diperlukan adalah:
310kW : 0.65 = 477kVA (berarti generator hampir overload)
Suatu ketika bebannya akan ditambah 100kW, sehingga jumlah beban bertambah menjadi 410 kW. Daya yang diperlukan menjadi:
410kW : 0.65 = 631kVA
Daya yang tersedia (500kVA) tidak mencukupi lagi untuk menanggung beban sebesar 631kVA.
Bagaimana mengatasinya?
Kita tingkatkan Cos phi nya menjadi 0.95, maka:
410kW : 0.95 = 432kVA

Dari perhitungan pada kasus ini dapat diambil kesimpulan bahwa:
  • Sebelum dilakukan penambahan beban 100 kW, dengan ditingkatkannya Cos phi dari 0.65 menjadi 0.95 dapat dihemat daya sebesar 151kVA. ( 477kVA – 326kVA = 151kVA ).
  • Dengan ditingkatkannya Cos phi menjadi 0.95 maka walaupun beban ditambah dengan 100kW masih dapat dijalankan dengan generator 500kVA, bahkan bebannya lebih ringan dari sebelumnya sehingga dengan makin ringannya beban berarti usia generator dapat lebih panjang.
  • Bila Cos phi tidak diperbaiki (tetap 0.65) berarti harus dilakukan penambahan sumber daya (generator). Dengan demikian berarti dengan ditingkatkannya Cos phi maka dapat menghemat biaya untuk membeli generator berikut bahan bakarnya.
Kasus 3
Suatu pabrik telah mempunyai sumber daya PLN 520kVA. Jumlah bebannya 340kW, Cos phi 0.68.
Beban akan ditambah lagi dengan 120kW sehingga menjadi 460kW, maka diperlukan daya sebesar:
460kW : 0.68 = 676kVA.
Karena daya PLN (520kVA) sudah tidak cukup maka harus dilakukan penambahan daya sebesar 695 kVA.
Namun dengan ditingkatkannya Cos phi menjadi 0.95, maka setelah ditambah beban hanya diperlukan daya sebesar:
460kW : 0.95 = 484kVA
Dari perhitungan pada kasus ini dapat diambil kesimpulan bahwa:
  • Dengan adanya penambahan beban tidak perlu dilakukan penambahan daya PLN, sehingga dengan demikian dapat dihemat biaya penyambungan daya ke PLN sebesar kira-kira 10.000.000,-
  • Dapat dihemat biaya beban tetap setiap bulan (abunemen) yaitu sebesar kira-kira: Rp. 32.500,- x 170 kVA = Rp. 5.525.000,- / bulan.
Kasus 4
Suatu pabrik terdiri dari 3 bangunan gedung yaitu gedung A, gedung B dan gedung C. Pada gedung A akan diperluas dimana sebelum perluasan arusnya sebesar 200A dan Cos phi 0.6 serta dipakai kabel NYY 4 x 96 mm2 dengan kemampuan hantar arus maksimal sebesar 200A.
Perluasan tersebut mengakibatkan beban bertambah menjadi 260A sehingga kabel sudah tidak mampu lagi untuk dilalui arus tersebut. Bagaimana solusinya?

Pada Cos phi 0.6:
Arus 200A pada Cos phi 0.6 berarti daya yang dipakai adalah:
200A x 380 x akar 3 x 0.6 = 86kW
Arus 260A pada Cos phi 0.6 berarti daya yang dipakai adalah:
260A x 380 x akar 3 x 0.6 = 103kW (harus ganti kabel)

Pada Cos phi 0.95:
Daya 86 kW, Arusnya menjadi >> 86 kW :
(380 x akar 3 x 0.95) = 138 Ampere
Daya 103 kW, Arusnya menjadi >> 103 kW :
(380 x akar 3 x 0.95) = 165 Ampere (tidak perlu ganti kabel)

Dengan demikian berarti:
  • Menghemat biaya penggantian / penambahan kabel
  • Dengan turunnya arus listrik maka kemungkinan timbulnya panas pada kabel dapat dihindari karena arus (I) berbanding lurus dengan kalori/panas (Q). Bila I turun maka Q pun turun.
Analisa penghematan yang diperoleh
Contoh
Sebuah pabrik memiliki data instalasi sebagai berikut:
Trafo : 1.000 kVA
Waktu operasi : 07.00 – 17.00
Faktor daya : 0,65
Daya beban : 500 kW
Untuk alasan teknis, kepala pabrik akan meningkatkan faktor dayanya menjadi 0,95

Perhitungan pemakaian:
Pemakaian perbulan: 10 jam/hari x 30 hari x 500 kW = 150.000 kWh
Batas kVArh yang dibebaskan oleh PLN: 0,62 x 150.000 = 93.000 kVArh
Perhitungan sebelum kompensasi:
(cos phi = 0,65 maka tan phi = 1,17)
Daya reaktif terpakai:
Daya beban x tan phi
= 500 x 1.17
= 585 kVAr

Pemakaian Daya Reaktif perbulan:
= 585 kVAr x 10 jam/hari x 30 hari
= 175.500 kVArh

Denda kelebihan Daya Reaktif:
(175.500 – 93.000) x Rp. 571,-
Rp. 46.822.000,-

Perhitungan setelah kompensasi:
(cos phi = 0,95 maka tan phi = 0,33)

Daya reaktif terpakai:
Daya beban x tan phi
= 500 x 0,33
= 165 kVAr

Pemakaian daya reaktif perbulan:
= 165 kVAr x 10 jam/hari x 30 hari
= 49.500 kVArh

Denda kelebihan daya reaktif:
(49.500 – 93.000) x Rp. 571,-
Negatif

TIDAK MEMBAYAR DENDA & MENGHEMAT Rp. 561.864.000,- / Tahun
Keuntungan yang diperoleh dengan dipasangnya Power Capacitor
  • Menghilangkan denda PLN atas kelebihan pemakaian daya reaktif.
  • Menurunkan pemakaian kVA total karena pemakaian kVA lebih mendekati kW yang terpakai, akibatnya pemakaian energi listrik lebih hemat.
  • Optimasi Jaringan:
    - Memberikan tambahan daya yang tersedia pada trafo sehingga trafo tidak kelebihan beban (overload).
    - Mengurangi penurunan tegangan (voltage drop) pada line ends dan meningkatkan daya pakai alat-alat produksi.
    - Terhindar dari kenaikan arus/suhu pada kabel sehingga mengurangi rugi-rugi.

apa sih gelombang harmonic dan apa bahayanya?

Bahaya Gelombang Harmonik

Beban listrik di industri dibagi dalam 4 kategori:
  1. Beban non linear: Sumber harmonisa tinggi
  2. Trafo Distribusi: Reaktansi XL
  3. Power Capacitor: Reaktansi XC
  4. Beban-beban lain yang bukan sumber harmonisa
Beban listrik yang menimbulkan Harmonisa tinggi:
  • Motor DC
  • Perubahan kecepatan motor (Frequensi Converter)
  • UPS (Uninteruptible Power Supply)
  • Mesin Las (Arc Furnace)
  • Trafo (Induction Furnace)
  • Discharge Lamp
Dampak buruk yang ditimbulkan oleh Gelombang Harmonik:
  • Kesalahan operasi pada alat-alat pengatur (regulation device), timbul karena pergeseran phasa dari wave form tegangan disamping nilai puncak (peak value) dari wave form tegangan juga turut meningkat tajam.
  • Bertambahnya kehilangan energi baik pada tembaga (kabel-kabel dan kumparan) maupun pada besi (pada inti dari trafo distribusi).
  • Overheating pada motor-motor listrik dan pada capacitor.
  • Dampak buruk pada audio frekuensi.
  • Bertambahnya bunyi (sound level) pada motor-motor dan peralatan listrik lainnya.
  • Tripping pada Circuit Breaker
Guna mengkonpensasi daya reaktif pada beban-beban induktif digunakan Power Capacitor yang dihubungkan paralel dengan beban pada panel induk, dengan demikian power factor beban keseluruhan akan dapat diperbaiki seperti yang disyaratkan oleh PLN.
Namun menghubungkan langsung power capacitor pada jaringan distribusi berbeban non linear yang menghasilkan harmonisa tinggi akan sangat berbahaya karena kemungkinan terjadinya paralel resonansi antara capacitor dengan beban induktif tertentu bahkan dengan trafo distribusi,
dan apabila frekuensi resonansi berada sangat dekat dengan frekuensi harmonisa ke-5 dan ke-7 maka tegangan harmonisa tinggi yang sangat kuat akan muncul pada busbar panel induk dan mengakibatkan arus lebih (over current) pada capacitor, trafo distribusi dan beban-beban lain.

Untuk mengatasi dampak pemasangan PF Correction Capacitor terhadap meningkatnya harmonisa tinggi pada jaringan berbeban non linear maka harus dipasang Detuned Reactor yang dihubungkan seri dengan power capacitor sehingga arus harmonisa dapat teredam.

Kapan diperlukan Detuned Reactor?
Jika total daya peralatan yang menghasilkan gelombang harmonik lebih dari 20% dibanding dengan total daya trafo maka diperlukan Detuned Reactor yang dihubungkan seri dengan power capacitor.

hemat listrik,,siapa sih yang gak mau??

Hemat Listrik dengan Ballast Elektronik

Lampu tabung Neon (Fluorescent Lamp) adalah lampu tabung yang terbuat dari kaca yang didalamnya berisi gas argon dan dikedua ujungnya terdapat filamen elektroda. Untuk menyalakan lampu neon ini dibutuhkan alat yang disebut Ballast.
Pada umumnya masyarakat kita lebih mengenal Ballast konvensional yang terbuat dari lempengan besi yang didalamnya terdapat kumparan kawat tembaga/spul. Namun ballast jenis konvensional ini banyak kelemahannya.

Belasan tahun yang silam, para ahli elektronika telah menemukan suatu sistem penyalaan lampu neon dengan menggunakan frekuensi tinggi yang kemudian dikenal dengan nama Ballast Elektronik. Saat ini sudah banyak lampu yang sudah dilengkapi dengan ballast elektronik namun terbatas pada jenis lampu-lampu SL, PLE-C, PLE-T untuk penerangan biasa seperti pemasangan di rumah dengan daya kecil yang dipasang langsung ke fitting misalnya fitting E27. Lalu bagaimana dengan lampu TL untuk di perkantoran, gedung-gedung dan industri yang masih menggunakan Ballast konvensional dan Starter sebagai pemicunya?

Berikut adalah kelemahan dari Ballast Konvensional:
  • Pemborosan Arus (± 0,45 Ampere / 40 Watt).
  • Umur neon lebih pendek akibat banyaknya flicker dan arus picu pada filamen.
  • Tidak akan menyala sempurna pada tegangan rendah (dibawah 200V).
  • Sering timbul suara dengung.
  • Adanya flicker/kedipan pada lampu yang mengganggu penglihatan dan memperpendek umur lampu neon.
  • Harus memakai Starter.
  • Pada saat saklar dinyalakan lampu neon tidak langsung menyala melainkan harus dipicu terlebih dahulu sehingga terdapat kedipan/flicker yang dapat memperpendek umur neon (pada bagian ujung lampu neon biasanya berwarna hitam).
  • Arus dan Tegangan tidak stabil akibat induksi medan magnet pada kumparan ballast. Cos phi (power factor) sangat rendah ± 0,48 (dibawah standar PLN yaitu 0,85), hal ini yang menyebabkan listrik menjadi boros.